Konsep Umum dalam Reproduksi Ikan

Tarsim

Aquaculture Departement

Lampung University

Hal Umum yang Perlu Diperhatikan

►   Habitat Alami species

►   Ukuran Tubuh dan Keseragaman

►   Annual vs. multiple spawning

►   Produksi Telur Tidak Mudah

►   Perlakuan Hormone

Strategi Reproduksi

►   Max. Kelangsungan Hidup telur & larva

  •  habitat alami

►   Faktor Penentu

  •  supply pakan
  •  keberadaan predator
  •  kualitas air
Strategi Reproduksi

►   Faktor Penentu

►   Faktor Penduga

  •  Sinyal Lingkungan

►   Temperature

►   Panjang hari

►   Hujan

►   Salinitas

  •  antisipati pemijahan berikutnya
Strategi Reproduksi

►   Synchronous

  • Semua Telur dikeluarkan selanjutnya ikan mati
  • Pacific Salmon

►   Group Synchronous

  • Multiple spawning and pemijahan musiman
  • Hampir semua jenis ikan

►   Asynchronous

  • Multiple and daily spawning
  • Tiap tahap perkembangan oosit terdapat pada gonad
  • Medaka, udang
Tahapan Perkembangan Reproduksi

Stage 1: Perkembangan Oocyte

►   Oogenesis

  • Oogonia berkembang to oocytes
  • Oogonia mengalami meiosis
  • Dikelilingi oleh sel epitel (follicle)
  • Meiosis stops & masuk tahap pertumbuhan cytoplasmic

►   Dipengaruhi ukuran tubuh

Stage 2: Pembentukan Rongga Vesicle

►   Response pd Faktor Penduga

►   Fluktuasi gonadotropin

  • Previtellogenic oocyte
  • Muncul rongga yolk
  • “endogenous vitellogenesis”
  • GtH memicu pembentk. Rongga yolk
Stage 3: Vitellogenesis

►   Vitellogenin (Vg)

  • Phospholipid produced in liver
  • Transported to oocyte via blood
  • Precursor protein yolk (kuning telur)

►   Memerlukan nutrisi yang banyak

►   Fase yang panjang

Stage 3: Vitellogenesis

►   Produksi Egg yolk (kuning telur)

  • Sel Theca

►   Testosterone (T)

►   Dirangsang oleh GtH

  • Sel Granulosa

►   Estradiol (E2)

  • E2 merangsang hati untuk prod. Vg

►   Akhir Vitellogenesis

  • Prod GtH II > GtH I
  • Follicle memproduksi Maturation Inducing Substance (MIS)
Stage 4: Kematangan Oocyte

►   Kematangan terjadi < 24 jam

  • Germinal vesicle migration
  • Germinal vesicle breakdown (GVBD)
  • Meneruskan meiosis
  • Penyerapan air
Stage 5: Spawning/pemijahan

►   Lingkungan Optimum

  •  Mating behaviors

►   Ovulation controlled by
F-prostaglandin (PG)

  • PG release stimulated by MIS
  • GtH II is rquired for this process

►   Common stage for hormone therapy

Spawning

►   Release of eggs and milt

  •  Fertilization

►   Simulate natural environment

►   Dry stripping

►   Hormone induction

Spawning

►   Simulate natural environment

  •  Milk cans
  •  Ammo boxes
  •  Floating nests
  •  Fiber mats
Spawning

►   Dry Stripping

  •  Express eggs and milt
  •  Mix together
  •  Add water

– Activate eggs and milt  closure of micropyle

    •  Silting

MS222 is toxic to eggs and milt!

Spawning

►   Induced Spawning

  •  Stage 3 Oocyte maturation
  •  Egg Sampling

►   Egg size

►   Yolk clarity

►   Oil globules

Spawning

►   Hormone Injection

  • Carp Pituitary Extract
  • Human Chorionic Gonadotropin (HCG)

►   Single or multiple injection

  •  Stage 3 complete in 12 – 48 h

Natural Environment or
Dry Stripping

Stage 5 Recovery

►   Restore body
condition

►   New oocyte
development

Conclusions

►   Reproductive strategies are variable

►   Aquaculturist provides proximate and ultimate factors

►   Early stages critical for egg viability

►   Hormone treatments induce egg maturation

GAMETOGENESIS

Tujuan

n  Menjelaskan pentingnya meiosis dalam reproduksi seksual

n  Menjelaskan tahap-tahap gametogenesis pada individu jantan dan betina

n  Menjelaskan proses spermiogenesis

n  Menjelaskan fungsi sel sertoli dan sel granulosa

Mengapa diperlukan reproduksi seksual ?

Membuat individu baru yang secara genetik berbeda dengan yang lain dan tetuanya

Pembelahan Sel

Mitosis

–          Dua sel anak

–          ∑ kromosom dan         DNA = awal (2n)

–          Melipatgandakan jumlah sel

–          Menganti sel rusak

–          Pada sel tubuh & gamet

Meiosis

–          Empat sel anak

–          ∑ kromosom dan         DNA 1/2 dari ∑ awal (1n)

–          Pematangan inti sel gamet

–          Pertukaran gen tetua

–          Pada sel gamet

Apa pentingnya meiosis dalam reproduksi seksual ?

n  Terjadi reduksi kromosom dan DNA (1n)

à jumlah kromosom tetap & tepat

n  Terjadi pertukaran gen (crossing over)

à variasi kromosom banyak (2n)

Gametogenesis

Pembentukan sel kelamin (gamet)          àprogenesis

Terbagi 4 fase :
– pembentukan sel primordial                           – Proliferasi sel germinal (mitosis)                     – Meiosis                                                           – Pembentukan struktur/Pematangan gamet

Sel Benih Primordial  (primordial germ cell)

n  Prekursor paling awal germ cell

n  Terbentuk pada awal perkembangan embrio

n  Terdapat pada hindgut à sel besar dengan kadar alkaline phospatase yang tinggi

n  Berproliferasi dan bermigrasi ke gonad (ovari/testis)

n  Berdiferensiasi menjadi germ cell (jantan/betina)

Perbedaan

n  Proses meiosis komplet (meiosis I & II)

n  Diproduksi 4 sel spermatozoa haploid

n  Proses berhenti pada fase profase meiosis hingga ovulasi

n  Saat ovulasi, proses berlanjut ke metafase meiosis II

n  Jika tak terbuahi àdegenarasi

n  Prod. 1 oosit dan 3 polar body

Spermiogenesis
Perubahan morfologi spermatid

n  Kondensasi Kromatin inti

n  Pembentukan kepala, leher, lempeng tengah dan ekor sperma

n  Pada mamalia terjadi pembentukan akrosom

n  Dehidrasi sperma

n  Rehidrasi à migrasi ke vas deferent

Fungsi sel sertoli

n  Membentuk barier darah-testis

n  à membran selektif menuju sel germinal  primordial (Pgc)

n  Pemasok nutrisi

n  Produksi antigen-binding protein

à spermiogenesis

INTEGUMEN

SISTEM PEMBALUT TUBUH

Terdiri dari bagian kulit dan derivat-derivatnya

—  Kulit yang sebenarnya ,                yaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama, letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain.

—  Derivate integumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit sebenarnya. Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak, seperti kelenjar eksresi, tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini, dinamakan eksoskelet

Beberapa alat lain yang terdapat dalam kulit

—  kelenjar racun

—   pewarnaan,

—   sumber cahaya,

—  kelenjar mucus (lendir) yang membuat tubuhnya licin dan menghasilkan bau khas sebagai alat komunikasi kimiawi

 

Fungsi

—  pelindung terhadap gangguan mekanis, fisis,organis/penyesuaian diri terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupannya,

—  pelindung terhadap hewan lain yang merupakan musuhnya;

—  sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi

—  sebagai alat pernapasan pada beberapa jenis ikan tertentu.

KULIT

—  EPIDERMIS ( LAPISAN LUAR)

v  selalu basah – lendir sel btk piala

v  tidak dilengkapi pembuluh darah—metabolis dg difusi

v  Di bag dalam ada lap malphigi (stratum germinativum) –melakukan pembelahan sel utk gantikan sel2 yang lepas & persediaan pengembangan tubuh

—  DERMIS (LAPISAN DALAM)

v  terkandung pembuluh darah,saraf dan jaringan pengikat

v  Struktur lebih tebal dan sel tersusun kompak

v  Berperan dalam pembentukan sisik dan derivat2 kulit

LENDIR

—  Yg tdk bersisik lebih banyak dan tebal

—  Berguna utk mengurangi gesekan dg air biar berenang lbh cpt, mencegah infeksi, menutup luka, sbg lapisan semi permiable yag cegah keluar masuk air lewat kulit (osmoregulasi)

—  Sbg alat perlindungan saat kekeringan. Ex : ikan paru2 (Protopterus) yg menanmkan diri dlm lumpur slma musim panas dengan membungkus tubuh gunakan lendir

—  Sbg pelindung telur . Ex : genus Trichogaster

SISIK

—  Dibuat di dalam dermis (rangka dermis)

—  Yg tdk bersisik : ikan Lajur (Trichiurus, Lepturancanthus,Demissolinea), ikan sub ordo Siluroidea (Pegasius, Clarias, Fluta alba)

—  Sisik di bagian operculum dan ekor ,ex : paddle fish

Cosmoid

—  Hanya ditemukan pd ikan fosil dan ikan primitif dr kelompok Crossoterygii dan Dipnoi.

—  terdiri dari beberapa lapisan, yang berturut-turut dari luar adalah vitrodentine (dilapisi semacam enamel), cosmine (lapisan terkuat dan noncellular), terakhir isopedine (terdiri dari substansi tulang)

Iklan