Untuk memproduksi pakan yang berkualitas diperlukan bahan baku pakan yang juga berkualitas. Bahan-bahan baku tersebut perlu dilindungi selama proses ataupun selama penyimpanan. Beberapa bahan baku juga mengandung zat anti nutrisi yang dapat menghambat pemanfaatan gizi (seperti protein) oleh ikan atau udang. Sebagai contoh: jenis kacang-kacangan yang mengandung zat penghambat tripsin dan kimortripsin (asam amino) sehingga enzim yang ada didalam ikan tidak dapat menyerap protein. Oleh karena itu, beberapa bahan baku perlu dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam formulasi pakan. sebagian zat anti nutrisi ada yang mudah dihilangkan cukup dengan pemanasan, tetapi ada juga yang sulit dihilangkan dengan pemanasan.

 

Dalam menyiapkan pakan, sasaran utama bukan hanya mencampur bahan-bahan baku tetapi melindungi bahan-bahan baku tersebut selama proses. Seringkali, sebelum bahan-bahan tersebut digunakan, bahan tersebut harus diproses untuk menghilangkan zat-zat yang dapat menghambat pemanfaatan bahan gizi yang dibutuhkan oleh ikan. Proses tersebut bertujuan agar gizi pakan lebih efektif dimanfaatkan oleh ikan. Penyimpanan pakan juga harus diperhatikan seperti proses penyiapan dan pengolahan, karena mempengaruhi umur simpan dari pakan tersebut.

 

Zat anti nutrisi pada beberapa bahan baku dan cara menghilangkan atau menghambatnya :

1.  Inhibitor tripsin :  Berikatan dengan tripsin sehingga tripsin tidak aktif

2.  Kedelai dan kacang-kacangan : Pemanasan pada suhu 175-1950C, atau pemasakan selama 10 min

3.  Lektin : Merusak sel darah merah

4.  Kedelai dan kacang-kacangan : Didihkan dalam air atau autoclave selama 30 min.

5. Goitrogen : Menghambat pemasukan iodin oleh kelenjar tiroid

6. Kedelai dan kacang-kacangan : Kukus atau autoclave selama 30 min

7. Anti vitamin D : Berikatan dgn Vit. D, dan menjadikan tidak berfungsi

8. Anti vitamin E : Berkontribusi terhadap defisiensi Vit. E

9. Thiaminase : Berpengaruh terhadap kerusakan thiamin (Vit.B1)

10. Ikan rusak, kijing dan kedelai : Autoclave, pemanasan dan pemasakan zat yang tahan terhadap pemanasan

11. Estrogen (isoflavon) : Mengganggu terhadap kinerja reproduksi

12. Tanaman glikosida : Ekstraksi pelarut

13. Gossipol : Berikatan dengan fosfor dan beberapa protein

14. Tepung biji kapas : Penambahan garam besi dan fitase

15. Tannin : Berikatan protein menghambat pencernaan tripsin digestion

16. Sianogen : Melepaskan racun asam hidrosianik

17. Daun singkong : Perendaman dalam air selama 12 jam

18. Mimosin : Menggangu sintesis enzim dalam hati; merusak sell hepatopankreas pada udang

19. Daun Ipil-ipil : Perendaman dalam air selama 24 jam

20. Peroksida : Berikatan dengan proteins dan vitamin

21. Phytates : Berikatan dengan protein dan mineral dan menurunkan daya serapnya

22. Tepung jagung, kulit sereal, dan kacang-kacangan : Dikuliti (dibuang kulitnya).

 

Iklan