Perkembangan sub sektor perikanan khususnya budidaya ikan air tawar di Indonesia memiliki potensi sangat besar melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi. Hal ini tidak terlepas dari permintaan pasar domestik maupun ekspor terhadap komoditas tersebut. Namun kegiatan budidaya ikan air tawar di Indonesia saat ini, mempunyai kendala yang dapat mengakibatkan kegagalan produksi, diantaranya adalah serangan penyakit.

Penyakit merupakan salah satu penyebab kegagalan budidaya ikan air tawar di Indonesia, selain pencemaran lingkungan dan pakan. Penyakit yang menyerang ikan air tawar yang utama adalah dari golongan bakteri antara lain, Aeromonas sp., Pseudomonas sp., dan Streptococcus sp., sehingga tidak jarang pembudidaya ikan air tawar mengalami kerugian secara finansial.

Berbagai usaha telah dilakukan untuk mengatasi masalah penyakit ikan air tawar, antara lain dengan menciptakan lingkungan yang optimal, karantina, vaksinasi, desinfeksi wadah, dan penggunaan antibiotik.

Dekade ini, penggunaan antibiotik adalah primadona bagi pengendalian penyakit bakterial dalam budidaya ikan air tawar di Indonesia. Tetapi penggunaan antibiotik dengan dosis yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif seperti resistensi bakteri, pencemaran lingkungan, serta timbulnya residu pada ikan dan tubuh manusia.

Berdasarkan hal tersebut, maka salah satu alternatif penanggulangan penyakit bakterial ikan air tawar adalah dengan menggunakan tanaman obat yaitu salah satunya bawang putih (Allium sativum),. Tanaman obat tersebut sebagai bahan alami yang murah, aman dan ramah lingkungan. Namun, selama ini tanaman obat kurang dimanfaatkan secara optimal dalam sektor budidaya perikanan karena kurangnya informasi mengenai hal tersebut. Melalui praktikum ini didapatkan pengetahun mengenai bioaktif khususnya bawang putih yang dipaparkan dalam bentuk laporan praktikum.

1. Ekstraksi Bawang Putih
* Disiapkan bawang putih
* Dicuci bawang putih dengan air hingga bersih
* Ditiriskan/dikeringanginkan bawang putih selama 15 menit
* Dipotong ukuran kecil-kecil dengan talenan
* Ditimbang bawang putih sebanyak 10 gr
* Dihancurkan hingga halus
* Ditambahkan dengan methanol
* Diambil cawan petri lalu pisahkan ekstraknya
* Dimasukkan ekstrak bawang putih ke dalam falcon
* Disimpan dalam kulkas

2. Uji zona hambat
* Dikultur bakteri pada Media zobelt cair 0.7 %
* Dipersiapkan paper disk dan memotong nya dengan pemotong binder
* Diukur kepadatan bakteri dengan spektrofotometer λ = 625 nm
* Di inokulasi v. harveyi ke zobelt 0.7 % agar hingga kepadatan akhir 10 7 sel/ml
* Dituang Zobelt 0.7 ke zobelt 1.5 % hingga membentuk double layer agar
* Dimasukkan paper disk ke double layer zobelt
* Dimasukkan ekstrak daun jambu biji , methanol, dan antibiotik
* Di inkubasi dalam suhu ruang selama 24 jam (posisi petri disk jangan terbalik)
* Diamati ada atau tidaknya zona hambat disekitar paper disk
* Diukur diameter zona hambat dengan penggaris apabila ada

Iklan